Home » » Menyikapi plesetan logo PKS dan Golkar

Menyikapi plesetan logo PKS dan Golkar

Written By Parmin Prim on 27 Februari 2009 | 09.30

Semakin dekatnya pemilu membuat suasana makin panas dan tegang. Berbagai macam perang tanding antar parpol silih berganti. Dari mulai iklan di media, seminar, kampanye terselubung dan lain sebagainya. Yang mana dari kegiatan suatu partai tertentu akan ditanggapi oleh partai lain dengan bentuk yang beragam. Ada yang pro dan kontra semuanya menambah hingar bingarnya kehidupan politik Indonesia menjelang pemilu 2009.

Dan yang lagi hebohnya hari ini adalah plesetan dari logo PKS dan Golkar yang dibuat di Facebook. Sebagaimana yang kita tahu bahwa PKS adalah kepanjangan dari Partai Keadilan Sejahtera, namun diplesetkan menjadi Partai Komunis Sejahtera. Lambangnyapun diganti dua duah bulan sabit tersebut menjadi palu arit yang merupakan simbol partai komunis yang pernah bercokol di Indonesia. Ada lagi yang lain yaitu Golkar yang berarti golongan karya diplesetkan menjadi Golongan Kharam.
Stelah dicari disana-sini informasinya, rupanya pembuatnya bernama Muhammad Amin asal Cepu yang saat ini bermukim di Belanda. Apa motif sari pembuatnya, entahlah..Apa dia secara pribadi atau ada unsur kelompok, kita juga belum tahu. Yang jelas dengan dengan adanya berita ini, maka menjadi headline beberapa berita di Situs online. Setelah saya cari di Facebbok, sekitar jam 11:00 ternyata tidak ketemu. Apa mungkin udah ditutup ya..!

Nah, secara pribadi saya menyikapinyabahwa ini merupakan hal yang tidak biasa. Memang di dunia virtual ini apa saja bisa kita sampaikan, bisa kita sebarkan tanpa adanya filter ataupun penghambat. Filternya adalah kita sendiri, diri kita masing-masing. Tapi jelas pembuatan logo dan plesetan yang ditujukan kepada orang lain atau kelompok tertentu khususnya PKS dan Golkar tentu membuat gerah dari para simpatisannya bahkan dari orang lain. Karena itu sebaiknya pembuatnya memang harus diberi semacam teguran atau bahkan sangsi. Semua orang boleh berekspresi, boleh menyampaikan pendapatnya, tapi harus dilihat juga apakah menyinggung atau tidak, apakah memojokkan atau tidak.

Lagian simbol komunis yang pernah ada di Indonesia itu merupakan partai yang sudah dilarang. Sehingga hal ini menimbulkan citra yang kurang baik di mata masyarakat. Jadi seandainya partai Golkar dan PKS ingin menuntut pembuat plesetan logo PKS dan golkar, ya sebaiknya memang begitu. Mari kita ciptakan pemilu yang damai, aman, tertib dan sukses.
Share this article :

3 komentar:

  1. wew.. baru tau saya.. nice inpo mas..^^

    BalasHapus
  2. motif yang tidak bisa dipertanggung jawabkan

    BalasHapus
  3. wah wah maksudnya paantuh walaupun saya ngak begitu suka maparti mana pun kenapa orang indonesia segitunya ma indonesia sendiri, mbok kalau pinter masalah itu negara lain aja yang di oprek, betul ngak mas

    BalasHapus

Popular Posts

Posting Update

Chat Langsung

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

 
Support : Primaya | Masprim | My Facebook
Redesain © 2015. primaya.blogspot.co.id - All Rights Reserved
Template Source from Creating Website
Proudly powered by Blogger