Home » » Perbedaan bahasa Indonesia dengan Daerah

Perbedaan bahasa Indonesia dengan Daerah

Written By Parmin Prim on 28 Mei 2010 | 07.13

Bahasa adalah alat berkomunikasi antara satu pihak dengan pihak lain. Supaya bisa berkomunikasi atau mengerti apa yang disampaikan, maka harus tahu arti dari bahasa tersebut. Hal ini menyangkut bahasa manusia sehari-hari atau bahasa tubuh maupun bahasa komputer sekalipun. Bahwa intinya bahasa merupakan penghubung antara berbagai pihak sehingga mereka dapat saling bertukar informasi atau minimal paham apa maksud yang disampaikan.

Bahasa indonesia yang merupakan bahasa pemersatu bangsa dari sabang sampai merauke. Bahasa indonesia lebih banyak diadopsi dari bahasa melayu. Hal ini dapat kita pahami dalam dialek dan logat yang digunakan. Kalau sebagai orang melayu atau bukan orang melayu tapi sudah mahir bahasa melayu maka akan mudah berbahasa Indonesia begitu juga sebaliknya. Kemudian yang sudah tahu bahasa Indonesia umumnya paham kalau orang berbicara melayu. Dari segi tata bahasanya, umumnya perubahan huruf vokal saja, misalnya siapa = siape, ngapa = ngape, sama siapa = same siape. Kemudian dalam perkembangannya bahasa Indonesia mengadopsi dari bahasa daerah dan bahasa Inggris ataupun bahasa Arab untuk memperkaya bahasanya.

Dalam bahasa Indonesia tidak mengenal kasta bahasa. Lain dengan bahasa daerah yang banyak sekali kita jumpai beberapa kata yang punya maksud sama tapi dalam pemakaiannya mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Misalnya untuk menyatakan makan, kalau bahasa Indonesia ya satu kata saja yaitu "Makan". Tapi kalau bahasa daerah misalnya bahasa jawa, maka kata "makan" bisa menjadi beberapa kata dan digunakan kepada siapa lawan bicara kita serta menentukan tingkat kehalusan tata krama dalam berbahasa jawa.

Berikut adalah contoh kata "Makan" dalam bahasa Jawa
Mangan = bahasa sehari-hari yang umum digunakan sesama umur atau umur yang lebih tua kepada yang lebih muda
Ma'em = digunakan oleh orang lebih tua kepada anak-anak (balita), sampai TK
Madang = bahasa sehari-hari yang umum tapi masih lebih halus Mangan dari pada madang
Dahar = bahasa halus untuk orang-orang tua atau oleh orang muda kepada orang tua
nedhi = bahasa halus juga lebih halus dari dahar

yang agak kasar sampai kepada yang paling kasar :
mbadog = entah dari bahasa mana asalnya bahasa ini, kalau dalam bahasa jawa itu merupakan kata yang kasar banget.
nguntal = kasar dan extrim biasanya untuk orang-orang berkelahi
nyekek = bahasa kasar juga

Nah, itu contoh-contoh bahasa jawa yang artinya "Makan". Karena dalam pemakaian sehari-hari terutama masyarakat jawa haruslah dilihat situasi dan kondisi dengan siapa lawan bicara kita. Kalau tidak, maka kita akan dinilai kesopanan dan tata krama kita berbahasa jawa akan kurang.

sumber gambar : google.com
Share this article :

2 komentar:

  1. tak tambahi 1 kang hehehe...
    pitik mangan jenenge "nothol" hahahahhaha....
    just guyon loh ahihihi...

    BalasHapus
  2. nothol... lha kuwi.. kanggo khusus pitik tho.. lha nek nggo sapi.. yo jenenge nggayem..! ha ha ha..!

    BalasHapus

Popular Posts

Posting Update

Chat Langsung

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

 
Support : Primaya | Masprim | My Facebook
Redesain © 2015. primaya.blogspot.co.id - All Rights Reserved
Template Source from Creating Website
Proudly powered by Blogger