Home » » sinetron..oh sinetron

sinetron..oh sinetron

Written By Parmin Prim on 16 Februari 2011 | 11.00

Bicara sinetron? Wah.. hari gini masih suka nonton sinetron? Lho kok gitu pertanyaannya. Ya iya dong.  Kan menurut beberapa sumber dan info yang berkembang bahwa dunia sinetron Indonesia banyak (tidak semua lho..) menyuguhkan tontonan yang tidak layak dinikmati terutama bagi mereka yang belum cukup umur alias anak-anaka.  Hal ini dikarenakan sinteron berisi adegan-adegan yang menampilkan kekerasan rumah tangga, antara orang tua dengan anak, antara anak dengan mertua, antara bocah sekolah dengan sekolah lain dan sebagainya.  Di khawatrikan akan berdampak pada pembentukan pribadi anak dan masa depan mereka, karena anak kecil cenderung meniru perilaku orang lain, apalagi pengaruh dari sebuah visualisasi sangatlah besar.
Lalu apakah ada sinteron yang bagus untuk ditonton, bagaimana cerita sebuah sinteron yang bagus? Nah, berikut adalah sebuah pandangan dari saya tentang tayangan sebuah sinetron. Bukannya mau menggurui, karena memang untuk menghasilkan sebuah film sangatlah sulit apalagi disana ada kepentingan komersil yang memang sangat dibutuhkan. Tetapi semoga para insan film memahami bahwa mereka memproduksi sesuatu visual yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.  Jadi antara hasil yang diciptakan dengan pengaruhnya kepada masyarakat serta rating harus berada pada titik temu yang memang sangat sulit untuk dilakukan, tetapi pasti bisa dilakukan.

Bagaimana sebuah cerita sebaiknya :
  1. Sinteron adalah sebuah cerita fiksi yang diadopsi dari cerita non fiksi. Artinya ceritanya berasal dari kehidupan masyarakat secara real.  Jadi berikanlah sebuah cerita yang memang real dan ada kandungan pendidikannya, walaupun mungkin ada tambahan sedikit yang agak kurang real tetapi jangan sampai mencolok.  Misalnya seorang anak sekolah perempuan yang berpakaian minim, mengendarai motor tidak pakai helm di jalan raya, anak remaja sekolah yang berpacaran pastinya berpelukan.  Bagaimana kalau hal ini ditiru oleh remaja sekolah kita.  Wah.. bisa bahaiiya.  Berpelukan di tempat ramai lagi.
  2. Penggunaan kata-kata dalam dialog yang tidak sopan sebaiknya dihindari. Masak ngomong sama orang tuanya "elu". Gimana anak gak kurang ajar, manggilnya aja udah gak sopan.  Terus manggil suaminya dengan nama. Misal nama suaminya "Evan", istrinya "Sinta". Istrinya manggil suaminya "Van". Apakah dalam kenyataannya seperti ini? Mau gak kira-kira suami di panggil nama? biasanya kan pakai panggilan mas, abang, Kalau yang udah punya anak, si suami manggilnya ayah, mama, dan lain-lain.  Kan lebih enak di dengerin.
  3. Adegan frustasi dan stress sehingga berakhir dengan bunuh diri. Apakah bunuh diri bisa menyelesaikan masalah? Bukankah ada solusi lain selain bunuh diri.  Sebaiknya cari alternatif lain untuk menyelesaikan masalah selain bunuh diri atau terjun ke narkoba. Takutnya nanti malah ditiru oleh anak kita.
Terus, apakah ada sinetron yang bagus.  Menurut saya ada yaitu sinetron yang bisa menghibur dan juga ada nilai pendidikannya yang baik. Bagaimana menurut anda?.... 
Share this article :

2 komentar:

  1. Betul bro.. makin gak jelas sinetron sekarang..!!

    BalasHapus
  2. Betul kang.. tapi aku suka sinetron baru di indosiar.. yang ada Atikahnya itu Lho..

    BalasHapus

Popular Posts

Posting Update

Chat Langsung

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

 
Support : Primaya | Masprim | My Facebook
Redesain © 2015. primaya.blogspot.co.id - All Rights Reserved
Template Source from Creating Website
Proudly powered by Blogger