Home » » Masalah dan solusi Open Source/Linux

Masalah dan solusi Open Source/Linux

Written By Parmin Prim on 01 Juni 2011 | 15.19

Program open source menawarkan alternatif bagi pengguna software komputer.  Selama ini kita menggunakan software propietary dimana software tersebut berbayar alias tidak gratis.  Sudah merupakan berita yang tidak asing lagi kalau Indonesia merupakan pembajak software yang sangat tinggi.  Berita terbaru mengatakan bahwa tingkat pembajakan di Indonesia dari 2010 ke tahun 2011 bukannya turun malah mengalami kenaikan.  Padahal berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak-pihak terkait, termasuk kepolisian yang melakukan razia di berbagai tempat untuk menekan angka pembajakan software, namun belum menunjukkan hasil yang memuaskan, bahkan pihak kepolisian dibuat bingung oleh maraknya aksi pembajakan ini.

Di sisi lain, ada anak bangsa yang berjuang untuk memajukan perkembangan IT di Indonesia.  Mereka memberikan solusi dan alternatif bagi mereka untuk beralih dari software ilegal ke legal, dari software berbayar ke software gratis (walaupun tidak gratis 100%, tetapi harga lebih murah), dari ancaman virus ke jarang terkena virus. Tetapi sampai saat ini, perkembangan Open Source sebagai solusi tersebut belum menampakkan hasil yang maksimal.  Padahal saya yakin dalam hati para pemakai komputer masih ada keinginan menggunakan peralatan yang legal, bebas virus dan murah tentunya.  Tetapi kenapa susah untuk beralih ? Kenapa berat hati ini untuk menggunakan sesuatu yang legal, aman, murah dan terhindar dari rasa takut dirazia?

Ada beberapa masalah yang menurut penulis kenapa Open Source belum menunjukkan perkembangan dan ini merupakan masalah kita yang harus kita cari jalan keluarnya demi perkembangan IT Indonesia.  Masalah tersebut antara lain :
  1. Mindset
    Ya,pola pikir. kita masih belum bisa menerima sesuatu yang baru, kita inginnya serba instan, cepat, running dan pekerjaan beres.  Padahal di dunia ini tidak ada yang instan, kecuali mie instant, he he.he.. Padahal mie instan juga harus dimasak-kan...Kita masih mau di ninabobokkan oleh software yang biasa kita gunakan.  Padahal mungkin yang kita gunakan itu ilegal (tapi tidak semua lho).  Karena semua itu butuh belajar dan belajar. Untuk menggunakan office 2003 ke 2007 saja kita butuh belajar, padahal masih satu developer. Dan sekarang sudah banyak distro-distro linux yang hampir mirip dengan pekerjaan yang kita lakukan menggunakan aplikasi sebelumnya, tapi kenapa kita tidak mulai untuk mencobanya?
  2. Cuek terhadap hukum pembajakan atau harga propietary terlalu mahal ?
    Antara cuek terhadap hukum pembajakan dan software yang telalu mahal memang sangat membingungkan. Ada sebagian orang yang memang mampu untuk beli software asli dan tidak membajak. Kalau ini tidak masalah.  Tetapi bagi mereka yang menganggap software berbayar terlalu mahal, jelas akan melakukan pembajakan yang sebenarnya ilegal. Selain itu juga karena banyak orang yang menggunakan software berbayar, sehingga mereka pun harus menggunakan OS yang sama, supaya tidak mengalami kendala dan permasalahan pada akhirnya.
  3. Pemerintah memegang peranan yang sangat penting
    Saat ini kurikulum pendidikan bidang IT di sekolah-sekolah lebih banyak menggunakan software proprietary yang sebenarnya harus di lisensi.  Coba kita survei berapa banyak yang menggunakan lisensi? Artinya di sini pemerintah hendaknya menggalakkan bahkan kalau perlu mewajibkan program open source yang memang freeware sekaligus mendidik anak-anak menggunakan program yang legal.  Sehingga pendidikan untuk menghargai HAKI sudah dimulai sejak usia pendidikan sekolah dimana akhirnya bisa membedakan mana yang legal maupun yang ilegal. Kurikulum pun saya lihat menggunakan aplikasi propietary, padahal komputer yang dipakai kebanyakan tidak semua lho merupakan barang bajakan. wah ironi sekali. Seharusnya kurikulumnya dibuat berbasis linux, sehingga komputernya akan ada program linux.
  4. Pelaku bidang IT
    Pelaku bidang IT termasuk para penjual, distributor dan para teknisi komputer.  Saat ini komputer yang dijual sudah banyak yang langsung di bundel menggunakan OS linux baik di laptop maupun PC, dan ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan.  Kemudian buat para penjual komputer seken, hendaknya langsung saja di instal open source sehingga masyarakat langsung terbiasa dengan open source. Para teknisi bidang linux juga masih sedikit, karena itu merupakan peluang bagi mereka untuk menjadi teknisi opens source yang handal. Jika sebelumnya masyarakat pakai aplikasi berbayar, terus komputernya rusak, dan panggil teknisi, mereka kan harus bayar.  Apa bedanya dengan linux, jika komputer linux-nya rusak, dan tentu harus panggil teknisi, juga harus bayar.  Jadi, sebenarnya masyarakat itu butuh ketersediaan perangkat yang cukup untuk komputernya termasuk teknisinya, hardwarenya, drivernya dan lain-lain.  Dan ini harus bisa di pecahkan oleh teknisi linux bersama komunitas pengembang linux.
  5. Masalah bagi pelaku usaha warnet
    Bagi pelaku usaha warnet sebenarnya mau pakai aplikasi apa saja tidak masalah, yang penting tidak mengganggu aktivitas kerja dan pelayanan pelanggan serta pengaruhnya setelah mereka berkunjung ke warnet kita.  Bagi pengusaha warnet tentu tidak ingin dengan menggunakan linux, pendapatan jadi berkurang karena kesulitan pelanggan menggunakan linux. Anggaplah pada saat main di warnet mereka masih bisa kita ajari menggunakan linux, lalu bagaimana setelah keluar dari warnet kita, dan dia membawa file linuxnya kemudian di buka di aplikasi berbayar, ternyata mengalami kesulitan. Dan ini sangat di kuatirkan sehingga mereka tidak mau datang lagi ke warnet kita.  Karena itu berhubungan dengan point 3 diatas, kalau di masyarakat sudah banyak juga yang menggunakan linux, saya kira semakin lama linux akan bisa mengatasi para pemakai komputer saat berpindah-pindah kemana saja.
  6. Banyak yang tidak tahu kalau yang dipakai itu ilegal
    Kebanyakan masyarakat pemakai komputer tidak mengetahui bahwa sofware di komputernya adalah ilegal. Ini berlaku bagi siapa saja, baik orang yang kelas bawah, kelas atas atau seorang pendidik bahkan seorang yang tahu hukum-hukum agama pun mereka kadang-kadang tidak tahu.  Yang tahu mereka hanya memakai komputer yang dia beli.  Hanya orang-orang yang berkecimpung di dunia IT saja yang tahu.  Ini sangat  ironis sekali. Kami tidak menyalahkan mereka yang tidak tahu, karena mereka memang tidak berkecimpung di dunia IT, tapi dunia yang berbeda.  Karena itu bagusnya buat orang-orang seperti itu saat membeli komputer langsung saja di instal-kan linux sehingga mereka akan terbiasa memakainya.
  7. Perusahaan/penyedia lapangan kerja dan Lembaga Komputer.
    Perusahaan merupakan tempat aktivitas bagi para pekerja dan Lembaga Komputer merupakan pencetak orang-orang yang akan bekerja.  Jadi hubunganya sangat erat.  Lembaga Komputer ingin anak didiknya menjadi orang handal dan ahli menggunakan komputer, baik sebagai operator maupun teknisi.  Lalu, bagaimana jika anak didiknya mahir di linux, tapi setelah dia bekerja rupanya menggunakan aplikasi lain yang tidak pernah diajarkan di sekolah maupun lembaga komputer. Begitu juga perusahaan, dia ingin kerjanya cepat, tepat dan OK. Makanya dia menggunakan aplikasi yang memang sudah banyak diajarkan di sekolah-sekolah.
  8. Apakah yang pakai linux orang IT ?
    Ya kebanyakan sekarang yang menggunakan linux /Open source adalah orang-orang IT, karena mereka suka sesuatu yang baru, suka mengoprek sistem dan membuat suatu perubahan-perubahan.  Nah, kalau orang awam ternyata tidak begitu bergairah menggunakan linux. Bahkan orang awam pun tidak tahu mereka pakai sistem apa.  Karena itu sebenarnya mereka hanya ingin kerjaannya selesai dan beres.  Mau pakai sistem apa tidak masalah.  Karena para penggiat linux hendaknya ada yang jadi pengusaha penjual komputer baru maupun seken dan di dalamnya langsung di instal linux, serta menyiapkan teknisi linux bagi masyarakat serta pelanggan yang bermasalah mengenai linux. Selain itu penggiat linux ada yang punya lembaga pendidikan komputer linux, yang menyiapkan anak didiknya menjadi programmer atau operator linux. Penggiat linux juga punya usaha warnet linux dan lain-lain.  Dan ini terkoordinasi dalam satu komunitas penggiat linux yang sudah ada di setiap daerah di seluruh Indonesia. Bila ada yang terkendala baik teknisi maupun yang lainnya maka komunitas ini siap membantu satu sama lain.
  9. Ketersediaan aplikasi
    Ya, ketersediaan aplikasi berbasis linux ada yang mengatakan sangat sedikit dibanding OS berbayar atau banyak aplikasi yang tidak jalan di linux.  Bisa iya bisa tidak.  Kalau yang mengatakan iya. mungkin karena banyak yang belum tahu seperti saya ini, bahwa saat ini sudah banyak aplikasi yang bisa jalan di linux.  Baik, aplikasi office, animasi, game, web, accounting dan lain-lain.  Jadi, kita akan mengatakan tersedia, kalau kita sudah menemukan aplikasi tersebut.  Jadi tinggal menunggu waktu saja.
Maaf terlalu panjang.. tapi itulah yang menurut saya penyebab kenapa linux susah berkembang dan juga sedikit solusinya diatas. Sebenarnya banyak juga yang pengen menggunakan linux, tapi ya itu tadi kendala-kendala yang sering terjadi di masyarakat.  Bagaimana komentar anda ?.


    Share this article :

    3 komentar:

    1. saya sangat kagum dengan anda yg masi peduli terhadap pengetahuan yg seharusnya diketahui oleh khalayak...mari bersama2 berusaha untuk memberikan kabar baik ini kepada mereka yg belum mengetahui.

      BalasHapus
    2. Sebenarnya banyak dari kita ingin menggunakan yang legal, tapi masalahnya bisakah kita menahan diri untuk tidak kembali lagi ke ilegal bila ada masalah? misal : ada aplikasi yang belum ketemu di open source.

      BalasHapus

    Popular Posts

    Posting Update

    Chat Langsung

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Follow by Email

     
    Support : Primaya | Masprim | My Facebook
    Redesain © 2015. primaya.blogspot.co.id - All Rights Reserved
    Template Source from Creating Website
    Proudly powered by Blogger