Home » » Aku terkesima sama tukang bangunan itu...!

Aku terkesima sama tukang bangunan itu...!

Written By Parmin Prim on 26 Agustus 2011 | 09.03

Saat aku duduk santai sendiri di depan rumah, datang seseorang yang biasanya sering ngobrol ngalor ngidul gak tentu.  Dia adalah seorang pemuda yang belum menikah sekitar umur 26 tahun.  Bekerja sebagai tukang bangunan yang membuat ruko 2 tingkat dengan 3 pintu.  Inilah awal aku harus angkat kaki dari tempat ku sekarang. Sekarang aku berada di sebuah kedai kecil yang nantinya akan digusur alias di robohkan karena dibelakangnya akan dibuat ruko tersebut.  Dan saat posting ini dibuat, aku sudah pindah di tempat lain tidak jauh dari rumah itu.

Dari ngobrol yang gak jelas, lama-lama makin jelas dan jernih. Mula-mula pembicaraan mengenai musibah yang di timpanya yaitu dia di tipu oleh seseorang berupa uang yang di tilap oleh temannya sebesar 6.000.000.  Dia mau ambil motor jantan dengan DP sebesar itu.  Tapi karena KTP-nya hilang, maka ada teman-nya yang udah lama bergaul dengan dia menawarkan bantuan untuk menguruskan KTP baru sekalian mengurus  motor yang akan di belinya tersebut.  Tapi tak disangka sudah ditunggu berbulan-bulan KTP baru yang dijanjikan tidak kunjung tiba, bahkan uang yang telah diserahkan sebesar 6.000.000 juga lesap.  Padahal teman nya itu adalah teman akrab, sering berjumpa dan sering juga dulu tidur bareng saat masih lajang.

Aku bisa melihat ketegaran-nya dalam menghadapai masalah ini.  Dia berusaha untuk tetap tersenyum dan sabar, padahal sebagai seorang tukang bangunan saya bisa merasakan betapa berharganya uang sebesar itu.  aku sendiri saja merasa uang sebesar itu merupakan jumlah yang cukup besar, mengumpulkannya pun dalam waktu yang lama, bisa berbulan-bulan itupun kalau dalam kondisi normal belum lagi kalau ada hal-hal lain yang harus membuat pengeluaran baru.  Tapi dari tatapan matanya, aku bisa merasakan kalau dia cukup sabar.  Sebenarnya aku ingin membantunya, tapi akupun belum bisa melakukan itu.  Kondisi diriku juga tidak begitu memungkinkan untuk melakukannya.  Aku hanya bisa mengatakan kepadanya semoga diberi kesabaran dan ketabahan oleh Allah dalam menghadapi cobaan ini, tetap di beri kekuatan dan keyakinan bisa keluar dari masalah ini, dan jadikan ini pelajaran yang sangar berharga untuk berhati-hati kepada siapa saja walaupun dengan teman sendiri, hanya itu yang bisa aku lakukan.

ilustrasi via google.com

Saat ini aku sudah berada di tempat lain tidak jauh dari rumah yang lama.  Dan tukang bangunan itu juga sudah habis masa kontraknya karena ruko 3 pintu sudah selesai. Dia kembali ke tempat bos-nya dan ada proyek lain-nya.  Sementara aku berada di tempat yang baru melakukan aktivitas seperti biasanya mengelola usaha kecil-kecilan.  Saat aku santai-santai di depan PC, tiba-tiba ada suara motor jantan berwarna merah.  Dan setelah berhenti dan pengendara-nya turun, aku terkesima melihat nya.  Rupanya dialah si tukang bangunan itu. Dia sudah membawa motor kesayanganya, sebagai impiannya yang sudah terwujud. "Wah, sudah mantap nih sekarang..!" ujar ku, setelah aku menyapanya."Alhamdulillah mas, sudah terwujud keinginanku", ujarnya. "Syukurlah, mantap mas...! yang penting mau berusaha, Insya Allah akan terwujud do'a kita"....!!.  (sepenggal kisah saat di rumah lama
Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Posting Update

Chat Langsung

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

 
Support : Primaya | Masprim | My Facebook
Redesain © 2015. primaya.blogspot.co.id - All Rights Reserved
Template Source from Creating Website
Proudly powered by Blogger