Home » » Dasar Dasar Fotografi : Eksposure

Dasar Dasar Fotografi : Eksposure

Written By Sadikin Iken on 08 Agustus 2012 | 09.37

Halo sobat,
Fotografi lagi marak maraknya nih sekarang. Tidak heran jika dimana mana  bisa kita jumpai orang menenteng kamera baik kamera compact maupun kamera DSLR, itu lho kamera yang gede yang biasanya dibawa para fotografer.
Sekarang sudah bukan hal asing orang mulai giat menekuni fotografi, selain terjangkaunya harga peralatan fotografi, namun kegiatan memotret adalah kebutuhan untuk mengabadikan momment momment yang biasanya tidak bisa diulang lagi.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas dasar dasar fotografi, Yuk belajar memakai kamera :-)

Eksposure
Pertama kali membeli kamera mungkin kita bingung bagaimana mengoperasikannya. Biasanya kita selalu menggunakan mode auto karena Mode auto memang paling mudah dan cepat, namun tidak memberikan kepuasan kreatifitas.
Nah untuk itu mari kita  pahami konsep eksposur biar bisa bereksplorasi dengan kameranya. Fotografer kenamaan, Bryan Peterson, telah menulis sebuah buku berjudul Understanding Exposure yang didalamnya diterangkan konsep eskposur secara mudah.
Peterson member ilustrasi tentang tiga elemen yang harus diketahui untuk memahami eksposur, dia menamai hubungan ketiganya sebagai sebuah Segitiga Fotografi (Triangle Photography). Setiap elemen dalam segitiga fotografi ini berhubungan dengan cahaya, bagaimana cahaya masuk dan berinteraksi dengan kamera.

Ketiga elemen tersebut adalah:
  1. ISO – ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya
  2. Aperture – seberapa besar lensa terbuka saat foto diambil
  3. Shutter Speed – rentang waktu “jendela’ didepan sensor kamera terbuka
Interaksi ketiga elemen inilah yang disebut eksposur.  Perubahan dalam salah satu elemen akan mengakibatkan perubahan dalam elemen lainnya. Apakah itu terlalu terang (Over Eksposure) atau bahkan terlalu gelap (Under Eksposure)

Perumpamaan Segitiga Eksposur
Mungkin jalan yang paling mudah dalam memahami eksposur adalah dengan memberikan sebuah perumpamaan. Dalam hal ini kita memakai perumpamaan segitiga eksposur seperti halnya sebuah keran air.
  • Shutter Speed diumpamakan sebagai berapa lama kita membuka keran.
  • Aperture adalah  seberapa lebar kita membuka keran.
  • ISO adalah kuatnya dorongan air dari PDAM.
Sementara air yang mengalir melalui keran tersebut diumpamakan sebagai cahaya yang diterima sensor kamera. Tentu bukan perumpamaan yang sempurna, tapi paling tidak kita mendapat ide dasarnya.
Share this article :
Comments
0 Comments

Popular Posts

Posting Update

Chat Langsung

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

 
Support : Primaya | Masprim | My Facebook
Redesain © 2015. primaya.blogspot.co.id - All Rights Reserved
Template Source from Creating Website
Proudly powered by Blogger